"Kini mereka lebih mandiri dan optimis dalam menjalankan program-program PKK," ungkap Agustin, salah seorang psikolog dari FPUI saat acara tatap muka TP PKK Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan Ketua TP PKK DKI Jakarta, Sri Hartati Fauzi Bowo, di Gedung SDN 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kamis (19/11).
Awalnya, kata Agustin, bimbingan psikologis ini kurang diminati anggota PKK. Buktinya, dalam pertemuan yang dijadwalkan dua kali dalam sebulan hanya diikuti sekitar 20 peserta. Tapi, setelah empat bulan berjalan, antusias anggota PKK semakin meningkat. "Saat ini sebanyak 60 anggota PKK telah bergabung dalam program ini. Mereka tidak lagi menggantungkan diri kepada pemerintah dan mulai berinovasi membuat usaha sendiri," papar Agustin.
Basiroh (32), seorang anggota TP PKK Kelurahan Pulau Kelapa mengaku, setelah rutin mengikuti program psikologis yang diberikan para psikolog FPUI, dirinya mulai mendapatkan kepercayaan diri lebih. "Manfaatnya kami diberikan motivasi untuk berusaha terlebih dahulu dan tidak selalu menadahkan tangan menunggu bantuan," terangnya seraya menambahkan saat ini kelompoknya telah memulai usaha kerajinan cendera mata dari komoditi laut.
Kemandian PKK Kepualauan Seribu mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK DKI Jakarta, Sri Hartati Fauzi Bowo. Dia meminta agar anggota TP PKK Kepulauan Seribu dapat mengimplementasikan motovasi yang diberikan psikolog FPUI dalam kehidupan nyata. Selain itu, mereka juga harus mampu menularkan kepada kader PKK dan masyarakat lainnya.
"Agar program ini bermanfaat, anggota PKK yang mengikuti program ini harus menyebarkanya ke masyarakat," kata istri orang nomor satu di Jakarta ini menyambut baik dengan antusiasme TP PKK Kepulauan Seribu untuk mengikuti peogram psikologis ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar